Senin, 29 Februari 2016 - 12:31:58 WIB
Peresmian Taman Teknologi Pertanian (TTP) PACITAN
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Sarana Prasarana - Dibaca: 1524 kali

Pacitan Maju Sejahtera, Kementerian Pertanian meluncurkan Taman Sains Pertanian (TSP) dan Taman Teknologi Pertanian (TTP) yang merupakan laboratorium untuk petani dalam rangka hilirisasi inovasi pertanian modern untuk mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. Penerapan teknologi akan memaksimalkan produksi pertanian dan kualitasnya sehingga semua pihak harus bergerak lebih agresif, menciptakan tenologi yang mumpuni. Bupati Pacitan Indartato dalam sambutan peresmian Taman Teknologi Pertanian (TPP) memaparkan bahwa Kawasan Taman Teknologi Pertanian (TTP) Pacitan ini terletak pada areal lahan aset Pemerintah Kabupaten Pacitan seluas 6,8 ha di Desa Ngadirejan Kec. Pringkuku, Kabupaten Pacitan. Bagi Pemerintah Kabupaten Pacitan, Pembangunan Taman Teknologi Pertanian ini sangat tepat untuk mendorong para petani agar memperbaiki teknologi usaha taninya. Mengingat PDRB sector pertanian di Kabupaten Pacitan masih dominan, yaitu sekitar 2,4 Trilyun rupiah (27,9%). Demikian pula, karena TTP ini dibangun di kawasan lahan kering diharapkan mampu meningkatkan kontribusi dan dukungan Kabupaten Pacitan terhadap keberhasilan Program Nasional Upaya Khusus padi, jagung, kedele (UPSUS PAJALE). Untuk memfasilitasi usaha tani tersebut masih diperlukan dukungan eksplorasi sumber air dan alat mesin pertanian (terutama hand traktor berukuran kecil), disamping itu diperlukan juga penambahan populasi sapi potong, sapi perah maupun kambing PE. Hadir pada peresmian itu Edhie Baskoro Yudhoyono yang akrab disapa Ibas dan Muhammad Syakir (Kepala Badan Litbang Pertanian Republik Indonesia). Sementara itu, Kepala Badan Litbang Pertanian, Muhamamd Syakir, mengatakan, telah dibangun 21 Taman Sains Pertanian (TSP) dan Taman Teknologi Pertanian (TTP) di 15 provinsi yang tujuannya meningkatkan peran dan alih teknologi hasil Litbang, membangun model percontohan pertanian terpadu, meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang terampil dan mandiri. Taman Sains dan Teknologi Pertanian terdiri dari Taman Sains Pertanian (TSP) dan Taman Teknologi Pertanian (TTP). TSP lebih bernuasa sebagai sumber inovasi teknologi yang dapat diakses oleh masyarakat pengguna termasuk yang diterapkan di TTP, katanya. Dijelasknnya, TSP dibangun di tingkat provinsi sebagai wahana penelitian, pengkajian, pengembangan dan penerapan inovasi pertanian sekaligus jendela pertunjukan tempat peningkatan kapasitas pelaku pembangun pertanian termasuk penyuluh dan petani. Sedangkan TTP dibangun di tingkat kabupaten/kota sebagai wahana implementasi inovasi spesifik lokasi dari hulu ke hilir dengan melibatkan stakeholders terkait Dalam sambutanya Edhie Baskoro Yudhoyono yang juga angota DPR-RI asal Dapil VII Jatim menyampaikan optimismenya bahwa upaya mewujudkan kemandirian ekonomi nasional melalui sektor-sektor strategis khususnya pemanfaatan lahan pertanian di daerah-daerah, berpeluang besar meningkatkan kesejahteraan petani. Apresiasi saya atas upaya yang serius pemerintah bekerja sama dengan seluruh stake holders yang berkontribusi dalam pembangunan Taman Teknologi Pertanian (TTP) di Kabupaten Pacitan. Sebagai wakil masyarakat, kami selalu mendukung penuh upaya-upaya dan agenda pembangunan di bidang pertanian. Kesuksesan petani Indonesia adalah simbol kejayaan negara kita karena Indonesia adalah negara agraris, ujar Ibas di Pacitan, Selasa (16/2,2016). Ibas menyampaikan, upaya menuju kedaulatan pangan sudah berlangsung sejak era pemerintahan Presiden RI ke-6 Prof Dr Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2014). Untuk itu, Ibas berkomitmen terus mengawal program-program serupa di era pemerintahan Presiden Joko Widodo agar masyarakat dapat merasakan pembangunan berkelanjutan. Kita ingat bersama, saya sebagai wakil rakyat yang diberikan amanah masyarakat Pacitan, saya terus berkomitmen mengawal program-program pro-petani, sebut saja penyaluran pompa air, bantuan traktor, bantuan pupuk, bantuan bibit padi, sayur mayur, bantuan ternak, irigasi, infrastruktur pertanian dan program pro-rakyat lainnya, Ibas menguraikan. Politisi muda nasional ini menyampaikan , jika semua sektor di bidang pertanian mengadopsi konsep pertanian modern, maka akan tercipta efisiensi produksi yang akan menguntungkan para petani. Petani bisa tersenyum karena biaya bertaninya akan hemat, efisien, efektif menekan biaya produksi lahan pertanian. Tidak perlu lagi khawatir dengan isu-isu atau program impor komoditi pertanian. Biaya petani turun, produksi padi naik, harganya stabil, para petani sejahtera, bisa menyekolahkan anak-anak sampai level lebih tinggi, Ibas memotivasi. Ibas optimistis, jika kita semua pihak serius mengembangkan ide-ide pembangunan di sektor pertanian, maka upaya memperkuat perekonomian nasional melalui akselerasi pembangunan di desa-desa akan membuahkan hasil yang positif. Ayo, semakin produktif. Jangan khawatir dan bosan-bosannya belajar menyerap cara atau teknik bertani baru. Petani di Kabupaten Pacitan ke depan akan menghasilkan komoditas unggulan dan menjadi salah satu lumbung komoditas unggulan nasional, Ibas mengungkapkan harapannya.