Selasa, 20 September 2016 - 10:34:23 WIB
Sedia Payung Asuransi Sebelum Banjir
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Umum - Dibaca: 568 kali


Pacitan Maju Sejahtera, para petani kini tidak perlu waswas jika mengalami gagal panen atau tanaman padinya rusak minimal 70 persen. Kerusakan tanaman itu bisa diakibatkan hama maupun bencana, seperti kekeringan dan banjir.

Sekarang ada fasilitas asuransi pertanian sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 40 Tahun 2015, kata Kepala Dinas Tanaman pangan dan Peternakan Kabupaten Pacitan Ir.Pamuji,MP ketikan kemarin meninjau langsung lahan pertanian di kecamatan Kebonagung yang teregenang banjir.

Latar belakang mengapa pemerintah membuat program asuransi untuk petani 1.Usaha sektor pertanian dipandang usaha yang mempunyai risiko tinggi terhadap dinamika alam dan rentan terhadap serangan hama dan penyakit yang mengakibatkan penurunan produksi hasil bahkan gagal panen serta risiko fluktuasi harga sehingga pendapatan petani menurun. Oleh karena itu petani menderita kerugian yang cukup besar sehingga untuk usaha berikutnya tidak mempunyai modal lagi, bahkan bagi petani meminjam kredit tidak mampu mengembalikannya sehingga menimbulkan kredit macet. 2.Dengan demikian maka salah satu upaya yang perlu dilakukan secara sungguh-sungguh untuk mengurangi atau memperkecil risiko adalah dengan memperkenalkan asuransi pertanian.

Beberapa manfaat dengan asuransi pertanian:(a) Melindungi kepentingan petani terhadap risiko yang terjadi akibat gagal panen (modal kerja awal yang memadai untuk usahatani dan mendorong peningkatan penerimaan/pendapatan petani. (b) Membantu pemerintah menyediakan stok beras nasional. (c) Membantu pemerintah pusat atau pemda berbagi risiko/beban jika terjadi bencana. (d) Memberikan kesempatan bisnis baru untuk sektor swasta/perusahaan asuransi, menggerakkan ekonomi regional.

Program asuransi pertanian itu dikelola PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), badan usaha milik negara pada bidang asuransi. Sawah berpengairan teknis, semiteknis, dan sederhana yang bisa diasuransikan. Premi yang harus dibayarkan untuk tiap musim tanam sebesar Rp 180 ribu per hektare. Karena pemerintah memberikan subsidi mencapai 80 persen dari APBN Perubahan 2015, petani cukup membayar premi Rp 36 ribu per hektare tiap musim tanam. Jika petani yang mengasuransikan sawahnya mengalami gagal panen, PT Jasindo akan membayar ganti rugi sebesar Rp 6 juta per hektare.

Alur penerbitan polis asuransi untuk petani 1. PPL dan Petugas Asuransi (AAP) membuka pendaftaran melalui Kelompok Tani di setiap lokasi Asuransi Usaha Tanam Padi (AUTP), paling lambat 1 (satu) bulan sebelum musim tanam dimulai. 2. Petani mengisi Formulir Pendaftaran dan menyerahkannya kepada AAP. Lembar perhitungan premi dikembalikan kepada petani untuk bukti penagihan premi.3. Petani membayar premi ke rekening Penanggung, dan menyerahkan bukti transfer kepada AAP. AAP membuat rekapitulasi dan menyerahkan data penutupan (hard dan/atau soft copy) kepada Penanggung. 4. Perusahaan asuransi melakukan verifikasi sebagai dasar penerbitan polis asuransi dan penagihan premi subsidi kepada Kementerian Keuangan. 5.Kementerian Keuangan membayar premi bantuan kepada Penanggung.

Ketentuan Klaim, 1. Premi telah dibayar sesuai ketentuan. 2.Terjadi bencana banjir, kekeringan atau serangan OPT pada petak sawah yang diasuransikan. 3. Bencana banjir, kekeringan atau OPT terjadi dalam jangka waktu pertanggungan. 4. Kerusakan diperiksa oleh POPT-PHP bersama-sama dengan petugas yang ditunjuk dari pihak Penanggung.5. Intensitas kerusakan tanaman pada petak sawah milik setiap petani tertanggung mencapai 75% atau lebih.

Pelaporan Klaim Formulir Klaim yang telah dilengkapi; 1. Fotocopy Polis dan Ikhtisar Polis. 2. Berita acara kerusakan ditandatangani POPT-PHP, 3. Foto-foto kerusakan. Laporan klaim diserahkan kepada Penanggung atau AAP dalam waktu 14 (empat belas) hari kerja sejak terjadinya bencana.