Kamis, 22 September 2016 - 08:43:48 WIB
Pendampingan Petani Harus menerapkan Menejemen Proses, Hasil dan Dampak
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Umum - Dibaca: 544 kali


Pacitan Maju Sejahtera, Tujuan penyuluhan pertanian mencakup tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang.Tujuan penyuluhan jangka pendek yaitu menumbuhkan perubahan-perubahan dalam diri petani yang mencakup tingkat pengetahuan, kecakapan, kemampuan, sikap, dan motivasi petani terhadap kegiatan usaha tani yang dilakukan.

Tujuan penyuluhan jangka panjang yaitu peningkatan taraf hidup masyarakat tani sehingga kesejahteraan hidup petani terjamin. Tujuan pemerintah terhadap penyuluhan pertanian adalah: meningkatkan produksi pangan, merangsang pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan keluarga petani dan rakyat desa, mengusahakan pertanian yang berkelanjutan.

Penyuluh Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan dalam prinsip pendampingannya sudah menerapkan menejemen prose, hasil dan dampak. Menejemen proses, adalah suatu sikap hidup aktif dalam merespon setiap perubahan dan kenyataan yang terjadi. Inti dalam sikap berani berproses adalah bagaimana menghadapi setiap permasalahan dengan sikap yang terbaik dan melakukan sesuatu dengan tindakan yang terbaik pula. Karakteristik seseorang yang berani berproses adalah mengawali dengan mengakui segala permasalahan hidup yang terjadi merupakan tantangan hidup, sehingga tergerak untuk mengambil tanggung jawab dalam menghadapi, memperbaiki dan menuntaskannya.

Paradigma yang mendorong kita untuk berani berproses, antara lain:1.Tidak ada panen tanpa melalui proses tanam.2.Kita tidak dapat menjamin kesuksesan, tetapi kita dapat melayakkan atau memantaskannya dengan daya dan upaya.3. Tidak ada pemecahan masalah tanpa adanya respon dan partisipasi aktif.4. Harapan akan senantiasa menjadi mimpi tanpa transformasi dalam berbagai aksi.

Dalam berproses kita senantiasa berupaya untuk mencapai kesuksesan.yaitu a keyakinan diri yang positif, b. melakukan keharusan, c. membentuk kebiasaan positif, d. membentuk kebiasaan produktif, e. berkompetisi. Keyakinan diri yang positif.

Langkah utama dalam berproses adalah menumbuhkan keyakinan diri yang positif bahwasannya kita mampu untuk berbuat sesuatu. Ketika kita berpikir optimis terhadap kebaikan kita, insya Allah membuka pintu keyakinan diri kita dan mendorong kesungguhan untuk senantiasa mencapai keberhasilan. Sebaliknya, ketika kita berpikir pesimis terhadap tindakan kita, akan membelenggu kita dengan energi-energi negatif yang membuat diri kita tidak fokus.

Melakukan keharusan Seberat apa pun proses kehidupan ini adalah suatu keharusan. Inilah konsekuensi yang harus kita hadapi dalam berproses, karena hakikat kehidupan adalah menghadapi suatu keharusan. Ketika kita menganggap tidak ada keharusan dalam kehidupan, pada hakikatnya hati, pikiran dan anggota tubuh kita tidak hidup. Memenuhi kebutuhan hidup adalah suatu keharusan, meningkatkan taraf hidup melalui pendidikan adalah keharusan, bekerja dan mencari nafkah adalah keharusan, menyayangi keluarga dan sesama adalah suatu keharusan dan masih banyak lagi keharusan-keharusan lainnya. Dengan demikian kita dituntut untuk tergerak melakukan suatu keharusan sehingga, Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi . Membentuk kebiasaan positif Kebiasaan positif senantiasa dibentuk untuk menjadi pribadi yang berani berproses. Dari mulai bangun pagi-pagi, ibadah ritual tepat waktu, membaca buku sebagai pengembangan diri, merespon lingkungan, aktif dalam berbagai organisasi dan pengajian dan kebiasaan-kebiasaan positif lainnya yang dapat menguatkan arti hidup kita. Membentuk kebiasaan produktif Kebiasaan positif tidak selamanya produktif, tetapi kebiasaan positif mengawali kebiasaan yang produktif. Artinya ketika kita sudah terbiasa dalam hal positif seperti ritual beribadah, membaca, atau bangun pagi-pagi misalnya ditingkatkan levelnya pada kebiasaan yang produktif. Contoh konkretnya ketika seseorang sudah dapat membentuk kebiasaan positif dalam melakukan ibadah ritual tepat waktu, ditingkatkan levelnya dengan berdakwah kepada sesama melalui lisan dan tulisan sehingga menjadi sesuatu yang produktif. Kemudian kebiasaan positif membaca dilanjutkan dengan kebiasaan produktif menulis di surat kabar, blog dan media online sehingga menghasilkan sesuatu atau minimal memberikan kepuasan tersendiri dan masih banyak contoh yang lain. Berkompetisi Kompetisi bukanlah suatu hal yang menakutkan, kompetisi dalam konteks berani berproses ini adalah bagaimana kita berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan yang akan senantiasa menjadi amal shaleh yang bermanfaat buat diri kita, keluarga, masyarakat, bangsa, negara dan agama kita.

Manajemen hasil merupakan pengelolaan orang yang efektif untuk pencapaian hasil yang luar biasa.Manajemen hasil adalah bagian dari sistem manajemen terpadu yang menghubungkan fokus strategi organisasi, struktur organisasi yang mendukung kinerja (berjalannya pekerjaan). Sehingga kita bisa menyediakan proses untuk menetapkan ukuran kinerja bagi semua fungsi pekerjaan. Kita bisa cara mengukur efisiensi serta efektivitas individu. Proses ini akan menjadi alat bantu yang diterima dengan baik oleh mereka yang menemukan kesulitan menetapkan ukuran kinerja berdasarkan criteria yang evektif. Menejemen hasil menyarankan pengelolaan komitmen yang berkelanjutan sehingga pengelolaan Orang yang Efektif untuk Pencapaian Hasil yang Luar Biasa akan membantu manajer memahami dan menerima bahwa manajemen hasil adalah tanggung jawab mereka, serta memberi mereka peralatan serta infrastruktur sistem untuk mencapai hasil yang luar biasa.

Menejemen Dampak. Dengan manajemen yang baik, kita bisa membuat hidup kita lebih produktif. Bayangkan jika hidup kita tidak dimenejemeni , tidak ada planning (perencanaan) untuk kegiatan yang akan kita lakukan, maka proses pengawasa yang kita lakukan akan tidak maksimal dan cenderung di abaikan, sehingga mengakibatkatkan banyaknya waktu terbuang hanya untuk hal yang sangat tidak bermanfaat. Dengan adanya manajemen dampak kehidupan kita akan lebih teratur, seorang dapat melihat keberhasilan kita. Dalam menjalani kehidupan sehari-hari mungkin secara tidak sadar kita telah menerapkan konsep dasar manajemen, akan tetapi ada seseorang yang melakukan manajemen kehidupan dengan baik, namun masih banyak orang yang melalaikan pentingnya manajemen. Manajemen kehidupan mungkin adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengerahan tenaga, dan pengendalian terhadap aktivitas-aktivitas hidup kita sehari-hari.