Senin, 26 September 2016 - 08:10:20 WIB
Kawin Suntik atau Inseminasi Buatan
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kesehatan Hewan - Dibaca: 656 kali


Pacitan Maju Sejahtera, Dalam melaksanakan pembangunan peternakan, perhatian khususnya perlu diberikan kepada pengembangan peternakan rakyat yang merupakan tolok ukur keberhasilan pembinaan di Kabupaten Pacitan. Salah satu yang ditempuh untuk meningkatkan produksi daging dan anak sapi atau pedet adalah dengan meningkatkan jumlah kepemilikan sapi potong disertai peningkatan mutu genetiknya. Hal ini dapat dilaksanakan dengan menerapkan Inseminasi Buatan (IB) pada sapi potong, karena semen yang digunakan untuk IB berasal dari sapi jantan yang genetiknya baik dan angka Service Per Conception yang rata-rata lebih kecil dibandingkan dengan kawin alam.

IB merupakan suatu bentuk bioteknologi reproduksi dalam upaya meningkatkan produksi dan produktivitas ternak sapi potong dengan sasaran akhir peningkatan pendapatan petani peternak. Dengan demikian IB perlu ditingkatkan melalui upaya-upaya yang intensif, kontiniyu dan berkesinambungan dengan penekanan pada aspek peningkatan mutu dan perluasan jangkauan pelayanan IB ke pelosok daerah yang ada di Kabupaten Pacitan.

Masyarakat harus paham tentang IB yaitu, memasukan atau penyampaian semen ke dalam saluran kelamin betina dengan menggunakan alat-alat buatan manusia, jadi bukan secara alam. Dalam praktek prosedur IB tidak hanya meliputi deposisi atau penyampaian semen ke dalam saluran kelamin betina, tetapi juga mencakup seleksi dan penggunaan pejantan, penyimpanan atau pengangkutan semen, juga menentukan hasil inseminasi pada hewan betina. Keuntungan lnseminasi Buatan dibandingkan perkawinan secara alami, Efisiensi waktu, dimana untuk mengawinkan sapi peternak tidak perlu lagi mencari sapi pejantan (bull), mereka cukup menghubungi inseminator di daerah mereka dan menentukan jenis bibit (semen) yang mereka inginkan. Efisiensi biaya, dengan adanya inseminasi buatan peternak tidak perlu lagi memelihara pejantan sapi, sehingga biaya pemeliharaan hanya dikeluarkan untuk indukan saja.

Setelah paham keuntungan yang tidak kalah pentingnya kalau kita sebagai peternak adalah Deteksi Birahi Deteksi birahi adalah salah satu faktor yang sangat menetukan sukses atau tidaknya program IB pada ternak. Menurut hasil penelitian dinyatakan bahwa reproduksi yang baik ditunjukkan terdeteksi atau tidaknya sapi tersebut pada waktu birahi. Tanda Tanda Birahi Pada tahap awal sapi betina membaui sapi lainnya - Berusaha menaiki sapi lainnya tetapi belum mau untuk dinaiki - Vulva mulai membesar dan Bengkak, Merah, dan Hangat - Sering urinasi - Sapi betina akan diam apabila dinaiki sapi lainnya - Lebih sering melenguh - Nafsu makan menurun - Terdapat lendir pada bagian vulva

Juga harus paham Siklus Birahi Pada sapi yang tidak bunting, Satu siklus birahi yang normal terjadi setiap 18 sd 24 hari dengan rata-rata 21 hari. Jika siklus bertambah diatas 30 hari maka perlu diperhatikan tetang deteksi berahinya, nutrisi yang rendah atau adanya penyakit reproduksi.