Kamis, 29 September 2016 - 09:11:36 WIB
Tanam Padi dengan Sistem Jajar Legowo
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Pertanian - Dibaca: 1314 kali


Pacitan Maju Sejahtera, Proses bertani atau budidaya pertanian dalam hal tanam padi menjadi hal yang sangat penting bagi masyarakat Kabupaten Pacitan, bagai mana tidak, beras menjadi salah satu produk yang sangat penting, ini dikarenakan beras menjadi produk yang termasuk pada sembilan bahan pokok.

Banyak hal yang mempengaruhi proses meningkatnya produksi padi, mulai dari penggunaan bibit unggul, pemupukan yang tepat sasaran, pengairan yang tepat, pengendalian hama penyakit, dan lain sebagainya.

Pada saat ini ada cara yang bisa di tempuh oleh petani dalam proses meningkatkan produksi padi, salah satunya dengan cara tanam padi dengan sistem Jajar Legowo.

Penerapan sistem tanam Jajar Legowo akan memberikan hasil maksimal dengan memperhatikan arah barisan tanaman dan arah datangnya sinar matahari. Lajur barisan tanaman dibuat menghadap arah matahari terbit agar seluruh barisan tanaman pinggir dapat memperoleh intensitas sinar matahari yang optimum, dengan demikian tidak ada barisan tanaman terutama tanaman pinggir yang terhalangi oleh tanaman lain dalam mendapatkan sinar matahari.

Untuk mewujudkan upaya tersebut masih terkendala, karena masih banyak petani yang belum mau melaksanakan anjuran sepenuhnya. Sebagai contoh dalam hal sistem tanam masih banyak petani yang bertanam tanpa jarak tanam yang beraturan. Padahal dengan pengaturan jarak tanam yang tepat dan teknik yang benar dalam hal ini adalah sistem tanam jajar legowo akan diperoleh efisiensi dan efektifitas pertanaman serta memudahkan tindakan kelanjutannya.

Untuk merubah perilaku para petani agar mau melakukan penanaman padi dengan sistem jajar legowo maka perlu dikenalkan keseluruan tipe Jajara Legowo dan tujuan serta manfaatnya, sehingga para petani mau melakukan dan dapat memilih tipe jajar legowo apa yang akan digunakan. Legowo di ambil dari bahasa jawa yang berasal dari kata Lego yang berarti Luas dan Dowo yang berarti panjang. Tujuan utama dari tanam padi dengan sistem Jajar Legowo yaitu meningkatkan populasi tanaman dengan cara mengatur jarak tanam dan memanipulasi lokasi dari tanaman yang seolah-olah tanaman padi berada di pinggir (tanaman pinggir) atau seolah-olah tanaman lebih banyak berada di pinggir.

Sistem tanam legowo adalah pola bertanam yang berselang-seling antara dua atau lebih (biasanya dua, tiga atau lebih) baris tanaman padi dan satu baris kosong. Baris tanaman (dua, tiga atau lebih) dan baris kosongnya (setengah lebar di kanan dan di kirinya) disebut satu unit legowo. Bila terdapat dua baris tanam per unit legowo maka disebut legowo 2:1, jika tiga baris tanam per unit legowo disebut legowo 3:1, dan jika empat baris tanam per unit legowo disebut legowo 4:1 dan seterusnya.

Legowo 2:1 Dalam penerapan sistem jarak tanam legowo dikenal Sistem Legowo 2 : 1 , yaitu jarak tanam (20 cm x 10 cm) x 40 cm atau (25 cm x 12,5 cm) x 50 cm atau sekarang tahun 2015 jarak tanam (30 cm x 15 cm) x 60 cm. Penerapan Sistem jarak tanam legowo 2:1 dengan menggunakan jarak tanam 20 cm x 10 cm x 40 cm akan menghasilkan jumlah populasi tanaman kurang lebih 333.300 rumpun per hektar, sedangkan dengan menggunakan jarak tanam 25 cm x 12,5 cm x 50 cm akan menghasilkan jumlah populasi tanaman per ha kurang lebih 213.300 rumpun per hektar , serta akan meningkatkan populasi tanaman 33,31% dibanding pola tanam tegel (25x25) cm yang hanya 160.000 rumpun/ha. Dengan pola tanam ini, seluruh barisan tanaman akan mendapat tanaman sisipan (lihat gambar dibawah ini )

Legowo 3:1 Legowo 3 : 1 adalah setiap satu unit legowo terdapat tiga baris tanaman jika menggunakan jarak tanam 20 cm x 10 cm x 40 cm akan meningkatkan populasi tanaman menjadi kurang lebih 360.000 rumpun per hekatar, sedangkan dengan menggunakan jarak tanam 25 cm x 12,5 cm x 50 cm akan meningkatkan populasi tanaman sebanyak kurang lebih 230.400 rumpun per hektar

Legowo 4:1 Tipe 1 Sistem tanam legowo 4:1 tipe 1 merupakan pola tanam legowo dengan keseluruhan baris mendapat tanaman sisipan. Bila digunakan jarak tanam 20 cm x 10 cm x 40 cm akan diperoleh populasi tanaman kurang lebih 400.000 rumpun/ha, sedangkan dengan jarak tanam 25 cm x12,5 cm x 50 cm populasi tanaman mencapai kurang lebih 256.000 rumpun/ha dengan peningkatan populasi sebesar 60% dibanding pola tegel (25x25) cm.

Legowo 4 : 1 Tipe 2 Sistem tanam legowo 4:1 tipe 2 merupakan pola tanam dengan hanya memberikan tambahan tanaman sisipan pada kedua barisan tanaman pinggir. Bila menggunakan jarak tanam 20 cm x 10 cm x 40 cm akan diperoleh populasi tanaman kurang lebih 300.000 rumpun/hektar, sedangkan dengan jarak tanam 25 cm x12,5 cm x 50 cm akan diperoleh populasi tanaman kurang lebih 192.000 rumpun/hektar dengan persentase peningkatan hanya sebesar kurang lebih 20 % dibanding pola tegel (25x25) cm. Pola ini cocok diterapkan pada lokasi dengan tingkat kesuburan tanah yang tinggi. Meskipun penyerapan hara oleh tanaman lebih banyak, tetapi karena tanaman lebih kokoh sehingga mampu meminimalkan resiko kerebahan selama pertumbuhan.

Legowo 6 : 1 Sistem tanam legowo 6:1 merupakan pola tanam legowo dengan keseluruhan baris mendapat tanaman sisipan, pada satu set legowo terdapat 6 baris penuh. . Bila digunakan jarak tanam 20 cm x 10 cm x 40 cm akan diperoleh populasi tanaman kurang lebih 428.000 rumpun/ha, sedangkan dengan jarak tanam 25 cm x12,5 cm x 50 cm populasi tanaman mencapai kurang lebih 274.000 rumpun/ha.

Manfaat yang dirasakan ketika Tanam Padi dengan sistem Jajar Legowo 1. Menambahnya jumlah tanaman padi 2. Akan meningkatkan produksi tanaman padi secara signifikan 3. Memperbaiki kualitas gabah karena akan semakin banyaknya tanaman pinggir 4. Dapat mengurangi serangan penyakit pada tanaman padi 5. Dapat mengurangi tingkat serangan hama tanaman padi 6. Akan mempermudah dalam perawatan tanaman padi baik dalam proses pemupukan maupun penyemprotan pestisida 7. Dapat menghemat pupuk, karena yang dipupuk hanya di bagian dalam baris tanaman saja Kelemahan ketika Tanam Padi dengan Sistem Jajar Legowo 1. Akan membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak dan waktu yang lebih lama pada saat melakukan proses penanaman padi 2. Membutuhkan benih yang lebih banyak, ini dikarenakan semakin banyaknya populasi tanaman padi 3. Pada umumnya pada lahan yang menggunakan jajar legowo, maka akan lebih banyak ditumbuhi rumput

Demikian sedikit yang bisa diuraikan tentang sistem tanam jajar legowo semoga dapat bermanfaat bagi semua pihak. Dan semoga dengan penanaman padi system jajar legowo para petani dan buruh tanam dapat memahami manfaat dari sistem tanam jajar legowo. Memang pada awal penggunaan sistem ini akan terasa berat dan lama lantaran belum terbiasa, namun hasil yang diperoleh nantinya sangat menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan petani itu sendiri.