Senin, 31 Oktober 2016 - 11:19:42 WIB
Menanam cabai dilahan pasir Gapoktan Kelurahan Sidoharjo Pacitan
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Pertanian - Dibaca: 265 kali

Kehormatan Petani Maju Sejahtera, Budidaya cabai di lahan pasir sangat menuntut ketekunan, keuletan, kejelian, kesabaran dan pengetahuan luas serta kerjasama yang solid antar petani dan penyuluh selain itu modal yang sangat besar jika dibandingkan dengan menanam cabai di lahan tanah pada umumnya. Di Kelurahan sidoharjo Kecamatan Pacitan yang rata rata kepemilikan lahannya berpasir dengan kedalaman air tanah antara hingga 12 meter, dengan fluktuasi suhu antara siang dan malam sangat tinggi. Namun dengan penuh keyakinan , sekilas tidak tampak keletihan maupun kepenatan. Keyakinan, keteguhan, semangat dan keberhasilan selalu memotivasi setiap langkah para petani menuju keberhasilan. Persiapan LahanPersiapan diawali dengan pembersihan gulma secara manual dan selektif pada jenis rumput teki-tekian, kemudian dicangkul/ditraktor sampai selesai 1 bulan menjelang tanam, dengan kedalaman 30 cm. Kemudian dilakukan pengomposan/ditaburi kompos (pupuk kandang). Selanjutnya lebih kurang satu minggu menjelang tanam kembali dilakukan olah tanah dengan mencangkul/ditraktor. Setelah persiapan awal selesai dilanjutkan dengan membuat alur tanam secara berselang yaitu: 40 cm setiap 2 alur, diberi jarak 100 cm dilakukan secara berulang-ulang, sehingga akan dihasilkan jarak tanam 40 cm X 30 cm dan setiap 2 baris diberi jalan 100 cm. Kemudian alur tanam diberi pupuk kandang dengan dosis 1 ton/1000 m, dengan cara disebarkan secara merata dialur tanam. Sehari menjelang tanam alur disiram dengan cara dikocor (disiram tanpa menggunakan nosel) lalu diberi pupuk dasar NPK kurang lebih 25 kg. Pagi harinya kembali disiram sampai kenyang, dan lubang tanam dibuat dengan menugal menggunakan batang kayu dengan jarak 30 cm mengikuti alur yang telah ada. Penanaman Setelah bibit berumur 30 hari atau berdaun 4 pasang, bibit ditanam dengan cara menyobek polybag sedemikian rupa sehingga tanah tidak pecah, lalu ditanam sedalam 5 mm dari leher akar/tanah di polybag. Setelah selesai tanam seluruh permukaan lahan diberi mulsa, kemudian disiram menggunakan selang pada ujung selangnya bisa juga menggunakan gembor (ember khusus untuk menyiram). Penyiraman dilakukan setiap hari secara teratur pagi hari, bahkan untuk tanaman muda pagi sore. Perlu diperhatikan pula apabila malam hari turun hujan paginya harus tetap dilakukan penyiraman agar percikan pasir yang menempel di batang bisa jatuh, karena bila pasir tetap menempel bisa berakibat fatal akibat pasir yang kena panas akan menghanguskan lapisan kulit batang, sehingga kambium menjadi kering dan tanaman bisa mati. Air untuk menyiram 100% menggunakan air tanah yang dinaikkan menggunakan pompa air bantuan dinas Tanaman Pangan dan Petrnakan Kaupaten Pacitan.