Rabu, 23 November 2016 - 09:01:26 WIB
Peningkatan Menejemen Pengelolaan Sekolah Peternakan Rakyat di Bojonegoro 2016
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Peternakan - Dibaca: 503 kali


Pacitan Maju Sejahtera, Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Pacitan mentejemahkan pembangunan pertanian terfokus pada mencukupi kebutuhan pangan, mengembangkan agribisnis dan meningkatkan pendapatan petani. Kabupaten Pacitan dengan kondisi geografis yang 85% hamparan berupa pegunungan, ternyata memiliki populasi ternak yang cukup tinggi, yaitu sebanyak 84.432 ekor.Hal ini menunjukan bahwa minat dan kebutuhan masyarakat utuk usaha ternak cukul tinggi.Dengan didukung adanya Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) yang telah diremikan oleh bupati Pacitan tanggal 15 Desember 2015 serta mewujudkan harapan tersebut, dengan mengusung motto SPR1111 yang berarti 1000 ekor betina produktif, 100 ekor pejantan, 10 strategi, dan 1 visi yaitu mewujudkan peternak yang berdaulat. Makna Daulat Peterna k adalah peternak yang bedikari (berdiri di atas kaki sendiri) untuk mengembangkan ternak bagi kesejahteraan peternak.

Sepuluh strategi yang dilakukan, 1.Setiap tahun satu pedet dari seekor induk,2.Perbanyak induk beranak,3.Reproduksi dan kesehatan ternak diperiksa secara periodik.4.Sediakan pakan secara berlebih,5.Pergunakan hasil-samping pertanian untuk pakan bergizi,6.Racik ransum dengan kandungan nutrisi seimbang,7. Susun program pemuliaan secara sistematis dan terstruktur,8.Produktivitas ternak diukur secara periodik,9.Restrukturisasi dan reorganisasi kelompok menjadi usaha bisnis kolektif dalam satu manajemen,10.Ikuti Petunjuk Berbisnis kolektif berdasar arahan para pakar.
Sekolah Peternakan Rakyat dibangun dengan prinsip kebersamaan, yaitu secara bersama membangun kebersamaan dalam berbisnis ternak, mengelola ternak dengan prosedur operasional yang sama, serta diskusi bersama dalam menyelesaikan setiap masalah. Prinsip kedua dalam membangun SPR adalah pengorganisasian. SPR di seluruh Indonesia menjalankan bisnis dengan system yang sama. Sistem ini dapat dibangun dengan organisasi yang rapi, solid, dan kompak.

Anggota SPR juga perlu melakukan penguatan kapasitas untuk meningkatkan pengetahuan tentang beternak. Untuk itu, kegiatan belajar-mengajar diterapkan sesuai permintaan peternak, baik materi maupun tempat belajarnya. Kegiatan belajar-mengajar melakukan metode pengajaran sederhana dan mengutamakan praktek agar pesan dan pemikiran para pakar sampai kepada peternak. Hal ini memungkinkan rekan sesama peternak dapat menjadi guru SPR setelah menguasai materi pembelajaran. Dengan prinsip-prinsip tersebut, peserta SPR akan memperoleh keuntungan sebagai berikut.1. Semua peternak akan cerdas dan terampil,2. Pemerintah memfasilitasi sarana prasarananya,3.Ragam ilmu dan teknologi diperoleh dari para cerdik pandai,4.Semangat dalam kebersamaan meningkat karena ada kegiatan ekonomi,5.Perbaikan kondisi ternak dan lingkungannya semakin nyata,6.Raih prestasi karena didampingi para ahli. Struktur organisasi SPR setidaknya terdiri dari Dewan Perwakilan Pemilik Ternak (DPPT) dan Manajer, dimana manajer bertanggung jawab kepada DPPT. Sedangkan regulasi dibuat oleh, dari, dan untuk peternak. Kesuksesan pelaksanaan SPR akan mendukung terbentuknya perusahaan bisnis kolektif, tentunya dengan didukung oleh sumber pembiayaan (bank dan non bank) serta ilmu pengetahuan dan teknologi.